Posts

Showing posts with the label Biotechnology

Perusahaan Bioteknologi di Indonesia

Tugas Kuliah Bioteknologi Kelas A 1.  Salah satu contoh perusahaan Bioteknologi yaitu Samro Technology Indonesia. Perusahaan tersebut berlokasi di Griya Purwa Asri E-319, Purwomartani, Kalasan, Yogyakarta, Indonesia.  Samro Technology Indonesia memiliki fokus bidang usaha utama pada: agro industri; pupuk hayati; pupuk organik; pestisida hayati dan pestisida organik; konservasi lingkungan dan sumber daya air; penanganan bencana dan penanganan limbah industri; survey, pemetaan, citra satelit dan sistem informasi; dan konsultan manajemen dan teknik industri terintegrasi. 2.  a. Research & Development (R&D): Sebagai industri yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan maka dimulai dengan penelitian masalah hama dan penyakit tanaman serta pengembangan pertanian dan perkebunan berbasis organik. Dalam perkembangannya industri ini mengembangkan penanggulangan hama dan penyakit tanaman berbasis hayati (mikroorganisme) dan organik (nabati). Produk yang dih...

Resume: Bioteknologi Pertanian dan Lingkungan

Image
Resume Bioteknologi Pertanian dan Lingkungan Penelitian bioteknologi pertanian mulai digalakkan dengan pembentukan Panitia Nasional Bioteknologi di bawah Menteri Negara Riset dan Teknologi pada tahun 1985. Kegiatan penelitian bioteknologi pertanian mulai terasa meningkat dengan dilaksanakannya program Riset Unggulan Terpadu (RUT) yang dikelola oleh Dewan Riset Nasional dan Hibah Bersaing yang dilaksanakan perguruan tinggi, yang memungkinkan kegiatan penelitian lebih dari satu tahun dengan dana yang berkesinambungan. Lembaga-lembaga swasta dan pemerintah turut berperan dalam melakukan penelitian di bidang bioteknologi pertanian (Tabel 1). Tabel 1. Lembaga Swasta dan Pemerintah yang Berperan dalam Penelitian di Bidang Bioteknologi Pertanian   Penelitian pengembangan bioteknologi dalam bidang pertanian dilakukan untuk merakit varietas unggul seperti tanaman padi dan tanaman semusim yang sangat membantu dalam menyediakan kebutuhan pangan di Indonesia. Meskipun bidang ...

Teknologi Tanaman Transgenik

Image
Resume Teknologi Tanaman Transgenik Bioteknologi merupakan teknologi yang menggunakan dan memanfaatkan sistem hayati untuk mendapatkan barang dan jasa yang berguna untuk kesejahteraan manusia. Generasi bioteknologi dikelompokkan menjadi tiga yaitu generasi pertama (bioteknologi tradisional), generasi kedua (bioteknologi modern), dan generasi ketiga (generasi pasca tahun 2000). Pada generasi pertama (bioteknologi tradisional) fokus pada penyeleksian bahan, mikrobia dan lingkungan. Pada generasi kedua (bioteknologi modern) fokus kepada keterampilan manusia dalam memanipulasi makhluk hidup (rekayasa genetika). Pada generasi ketiga (generasi pasca tahun 2000) adalah generasi yang telah mengetahui urutan basa genom manusia, hewan, maupun tanaman. Bioteknologi yang dapat dilakukan unuk menghasilkan tanaman yang memiliki daya tahan tinggi terhadap serangan hama dan penyakit adalah dengan membuat tanaman transgenik. Teknologi tanaman transgenik adalah teknik penyisipan gen pada tanam...

Kultur Mikroalga

Resume Kultur Mikroalga Mikroalga disebut juga dengan fitoplankton. Mikroalga merupakan produsen primer di perairan. Mikroalga berperan dalam fotosintesis untuk memproduksi senyawa kompleks. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum mengkultur mikro-alga yaitu stok kultur harus steril ( bacteria free ) untuk kebanyakan species  dan bebas kontaminasi species  mikroalga lain, jamur, maupun protozoa. Teknik sterilisasi mikroalga dilakukan dengan cara pasteurisasi pada suhu 80 o C dan didinginkan secara alamiah. Sterilisasi juga dapat dilakukan dengan autoclave, Hydrochloric acid , dan Sodium Hypochlorite (bleach) .Teknik kultur mikroalga dikelompokkan berdasarkan skala produksi ada 3 yaitu: skala laboratorium, skala semi massal, dan skala massal. Teknik kultur mikroalga dikelompokkan menjadi indoor  atau outdoor , open dan closed , axenic  atau xenic , batch , semicontinuous , dan continuous . Kultur indoor  memudahkan untuk mengontrol cahaya, suhu, kadar n...

Kultur Makroalga

Image
Resume Kultur Makroalga Makroalga adalah kelompok tumbuhan yang tidak mempunyai akar, batang, bunga, dan daun sejati dengan artian bahwa kelompok tumbuhan yang hanya mempunyai semacam daun, batang, bunga, dan akar sebagai bagian dari mofologi tubuhnya. Penyusunan klasifikasi makro alga didasarkan pada kandungan warna yang paling mencolok sehingga dapat menutupi warna lain yang terkandung  di dalamnya. Berdasarkan warna kandungan tersebut, maka alga laut dapat dibagi menjadi empat kelas yaitu Cyanophyta, Clorophyta, Phaeophyta , dan Rhodophyta . Pada umumnya makro alga dicirikan dengan talus yang makroskopis dan multiselular. Contoh spesies dari kelompok Chlorophyta yaitu Ulva, Enteromorpha, Chaetomorpha , dan lainnya. Contoh spesies dari kelompok Phaeophyta yaitu Sargassum, Turbinaria, Padina, dan lainnya. Contoh spesies dari kelompok Rhodophyta yaitu  Gracilaria, Gelidium, Gigartina, dan lainnya.     thebiologypalace.blogspot.com Gambar 1. Contoh spe...

Dasar Molekuler Perkembangan Tumbuhan

Image
Resume Dasar Molekuler Perkembangan Tumbuhan Sel tumbuhan bersifat totipoten. Di dalam menjalankan metabolismenya sel mengadakan regulasi genetik untuk switch on atau off suatu gen atau sekelompok gen di dalam genomnya. Ekspresi suatu gen umumnya diinduksi atau dipicu oleh faktor intrinsik maupun ekstrinsik, kimiawi maupun fisik. Adanya perlukaan pada jaringan sehat akan memicu respon gen-gen penghasil protein penutup luka, sehingga terjadi pembelahan sel terus menerus. Gen adalah suatu fragmen DNA berupa urutan nukleotida tertentu yang menyandi protein tertentu untuk membentuk sifat tertentu yang khas pada setiap individu. Gen diekspresikan secara spasial dan temporal, yaitu pada sel/jaringan tertentu dan pada waktu yang tertentu pula. Selama siklus hidupnya, setiap tanaman mengalami tiga tahapan: fase embrio, vegetatif dan reproduktif. Fase embrio meliputi tahapan perkembangan embrio (embriogenesis). Fase vegetatif adalah masa pembentukan organ vegetatif: daun, batang dan a...

Kultur Protoplas

Image
Resume Kultur Protoplas Protoplas merupakan sel hidup yang telah dihilangkan dinding selnya ( naked cell ). Dinding sel tumbuhan memiliki bagian lamela tengah (pektin dan protopektin), bagian ini akan mengalami penebalan primer (zat sellulose), sekunder dan tersier (zat lignin). Isolasi protoplas merupakan usaha untuk menghasilkan protoplas sebanyak-banyaknya dari suatu jaringan. Cara isolasi protoplas terbagi menjadi dua yaitu mekanik dan enzimatik. Mekanik yaitu dengan memotong eksplan didalam larutan plasmolitikum sehingg protoplas akan mengkerut dan dapat ditekan keluar dari dinding sel. Enzimatik yaitu dengan menggunakan larutan enzim yang dapat melisiskan dinding sel. Misalnya enzim selullase dan pektikinase. Fusi protoplas merupakan proses penggabungan dua protoplas atau lebih yang diikuti dengan peleburan sitoplasma antar genus dalam satu familly. Fusi protoplas ini sering digunakan untuk transfer gen yang belum teridentifikasi, modifikasi gen, dan perbaikan sifat-sifat...

Kultur Mikrospora

Image
Resume Kultur Mikrospora Gambar 1. Mikrospora Mikrospora adalah sel gametofit jantan yang belum dewasa . Mikrospora berkembang pada bagian bunga yang disebut anther. Mikrospora telah diprogram untuk berkembang menjadi serbuksari (pollen). Pollen masak mengandung dua sperm cells , jika mendarat pada stigma akan berkecambah. Buluh kecambah masuk sampai ovulum dan akan terjadi fertilisasi ganda. Kultur haploid merupakan kultur yang berasal dari bagian reproduktif tanaman yaitu kepala sari atau tepung sari. Kultur tersebut diharapkan dapat tumbuh dan beregenerasi menjadi tanaman haploid. Apabila secara khusus yang dipakai sebagai bahan awa; adalah serbuk sari maka kultur sering disebut kultur mikrospora. Kultur anter berasal dari kepala sari. Tanaman haploid dapat dikembangkan dengan teknik kultur in vitro  mikrospora dan anter. Teknik kultur mikrospora berbeda dengan kultur anter. Kultur anter menggunakan anter sebagai eksplan kemudian ditanam pada medium padat. Pada kult...

Kultur Kalus dan Suspensi Sel

Image
Resume Kultur Kalus dan Suspensi Sel Gambar 1. Kultur Kalus Kalus merupakan masa sel yang tidak terorganisir dan merupakan wujud dari dediferensiasi sel. Kalus berawal dari jaringan penutup luka yang sel-selnya mengalami proliferasi. Kalus dapat mengalami lignifikasi, terpigmentasi, dan dapat mengalami habituasi. Selain dari luka bekas irisan, kalus juga dapat berasal dari pembelahan sel-sel kambium yang terus membelah dan berproliferasi. Proliferasi sel-sel akan terjadi lebih baik jika eksplan yang digunakan berasal dari jaringan yang masih muda. Sel-sel kalus secara fisiologis dan biokimia sangat berbeda dengan sel-sel eksplannya yang sudah terdiferensiasi. Sel-sel pada kalus bersifat meristematik dan merupakan salah satu wujud dari dediferensiasi. Dediferensiasi merupakan reversi dari sel-sel hidup yang telah terdiferensiasi menjadi tidak terdiferensiasi, atau dengan kata lain menjadi meristematik kembali. Dediferensiasi merupakan langkah awal bagi perbanyakan vegetati...

Mikropropagasi

Image
Resume Mikropropagasi Mikropropagasi merupakan metode in vitro yang penting untuk perbanyakan tanaman sehingga tersedia bibit yang unggul. Mikropropagasi merupakan perbanyakan tanaman melalui bagian-bagian tanaman seperti jaringan atau sel yang ditumbuhkan secara aseptis dalam suatu tabung reaksi atau wadah lain dengan nutrisi dan faktor klimatik yang dapat dikontrol. Penggunaan teknik in vitro untuk tujuan perbanyakan vegetatif merupakan teknik yang paling maju dalam kultur jaringan. Perbedaan perbanyakan vegetatif secara in vitro dengan metode konvensional yang lain adalah dalam teknik in vitro, bahan tanaman yang dipergunakan lebih kecil, sehingga tidak merusak tanaman induk; lingkungan tumbuh kultur in vitro harus aseptik dan terkendali; kecepatan perbanyakan tinggi; dapat menghasilkan benih bebas penyakit dari induk yang sudah mengandung patogen internal; dan membutuhkan tempat yang relatif kecil untuk menghasilkan jumlah benih (bibit) dalam jumlah besar. Propagasi in ...

Resume: Teknik Aseptis

Image
Resume Teknik Aseptis By: Sari Rahmah Handayani Kondisi aseptis merupakan kondisi bebas dari mikroorganisme seperti fungi, bakteri, yeast, virus, mikoplasma, dan lain sebagainya. Kondisi aseptis atau steril harus dipenuhi oleh eksplan, peralatan, dan proses pengerjaan kultur. Pertumbuhan mikroorganisme tersebut umumnya lebih cepat dibandingkan pertumbuhan jaringan tumbuhan, sehingga dapat menghambat pertumbuhan eksplan. Hambatan dalam pelaksanaan Kultur Jaringan Tumbuhan adalah kontaminasi yang dapat terjadi selama prosedur maupun tahapan pengerjaan maupun selama pemiliharaan. Kontaminasi mikrobia mengakibatkan berkurangnya hara, menghasilkan senyawa toksik, dan memakan eksplan. Mikrobia terdapat dalam jumlah yang banyak. Mikrobia bereproduksi dengan cepat dan mempunyai aktivitas metabolisme yang tinggi. Sterilisasi dalam pelaksanaan Kultur Jaringan Tumbuhan terdiri dari sterilisasi ruang kerja, medium dan alat-alat, serta eksplan. Seluruh bagian ruang kerja harus steril da...